Tidak beriman seseorang diantaramu hingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri (HR. Bukhari-Muslim
1. Ta’aruf (Saling Mengenal) : ini adalah tingkatan
yang paling dasar dalam ukhuwah. Adanya interaksi dapat lebih mengenal
karakter individu. Perkenalan pertama tentunya kepada penampilan fisik
(Jasadiyyah), seperti tubuh, wajah, gaya pakaian, gaya bicara, tingkah
laku, pekerjaan, pendidikan, dsb. Selanjutnya interaksi berlanjut ke
pengenalan pemikiran(Fikriyyah). Hal ini dilakukan dengan dialog,
bertukar pikiran/pandangan tentang suatu masalah, kecenderungan
berpikir, tokoh idola yang dikagumi/diikuti,dll. Dan pengenalan terakhir
adalah mengenal kejiwaan (Nafs) yang ditekankan kepada upaya memahami
kejiwaan, karakter, emosi, dan tingkah laku. kaya kalau kita kenalan
dengan orang pertama kalinya, kita tanya alamat, ym, fb dll.. :D
2. Tafahum (Saling Memahami) : proses ini berjalan
secara alami. Seperti bagaimana kita memahami kekurangan dan kelebihan
saudara kita. Sehingga kita bisa tahu apa yang di sukai dan tidak di
sukai, menempatkan posisi seperti apa bila kita bersamanya dsb.
3. Ta’awun (Saling Menolong) : lahir dari proses
tafahum tadi. Ta’awun dapat dilakukan dengan hati (saling mendo’akan),
pemikiran (berdiskusi dan saling menasehati), dan amal ( saling Bantu
membantu). Saling membantu dalan kebaikan adalah kebahagiaan tersendiri.
Karena manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dan butuh
bantuan org lain.
4. Takaful (Saling Menanggung) : rasa sedih dan
senang yang dirasakan bersama. Ketika ada saudara yang mempunyai
masalah, maka kita ikut menanggung dan menyelesaikan masalahnya
tersebut. Contoh mudah nya, ketika teman kita belum mampu membayar SPP
bulan ini, maka kita menanggung biaya nya tersebut.
5. Itsar (Mendahulukan orang lain daripada diri sendiri) : ini adalah tingkatan tertinggi dalam ukhuwah. It
sar ini tingkatan iman nya para sahabat. Banyak hadis yang menunjukkan
itsar ini. Seperti ketika dalam suatu perang, salah seorang sahabat
sangat kehausan. Kebetulan ia hanya tinggal mempunyai 1 kali jatah air
untuk minum. Saat akan meminum nya, terdengar rintihan sahabat lain yang
kehausan. Maka air tersebut ia berikan kepada sahabat yg kehausan itu.
Saat mau meminumnya terdengar sahabat lain lagi yang merintih kehausan.
Kemudian ia berikan air tersebut kepada sahabat itu. Begitu seterusnya
sampai air tersebut kembali kepada si pemilik air pertama tadi. Akhirnya
semua syahid. waah.. subhanallaah sekali ya.. :)